.post img{-o-transition:all 1.5s ease;-moz-transition:all 1.5s ease;-webkit-transition:all 1.5s ease}.post img:hover{-o-transform:scale(1.2) rotate(360deg) translate(0px);-moz-transform:scale(1.2) rotate(360deg) translate(0px);-webkit-transform:scale(1.2) rotate(360deg) translate(0px);-o-transition:all 1.5s ease;-moz-transition:all 1.5s ease;-webkit-transition:all 1.5s ease}}

Pages

Minggu, 28 April 2013

Peran Teknologi Pertanian Organik Dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Pangan



Subsidi teknologi yang menjadi bagian penting dari upaya menciptakan ketahanan pangan yang tangguh, harus mengutamakan teknologi produktivitas yang ramah lingkungan. Teknologi tersebut harus telah terbukti memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan produktivitas dan teruji bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan tetapi juga mampu menjaga kelestarian produksi dan ramah lingkungan. Disamping itu teknologi yang diterapkan harus bersifat sederhana, mudah dimengerti dan dilaksanakan petani sehingga dapat diterapkan di lapangan secara utuh dan memiliki kawalan/pendampingan di lapangan untuk menjamin keberhasilannya.
Sebagai contoh teknologi pupuk hayati Bio P 2000 Z yang diramu dari kumpulan mikro-organisme indegenus terseleksi bersifat unggul berguna yang dikondisikan agar dapat hidup harmonis bersama saling bersinergi dengan kultur mikro-organisme komersial serta dibekali nutrisi dan unsur hara mikro dan makro yang berguna bagi mikroba dan komoditas budidaya. Sekumpulan mikro-organisme unggul berguna dikemas dalam pupuk hayati Bio Perforasi terdiri dari dekomposer (Hetrotrop, Putrefaksi), pelarut mineral dan phospat, fiksasi nitrogen, Autotrop (fotosintesis) dan mikroba fermentasi serta mikroba penghubung (seperti Mycorrhiza) yang bekerja bersinergi dan nutrisi bahan organik sederhana, seperti senyawa protein/peptida, karbohidrat, lipida, Vitamin, senyawa sekunder, enzim dan hormon; serta unsur hara makro: N, P, K, S, Ca, dan lainnya berkombinasi dengan hara mikro: seperti Mg, Si, Fe, Mn, Zn, Mn, Mo, Cl, B, Cu, yang semua unsur yang disebut di atas diproses melalui cara fermentasi.
Bio Perforasi secara komprehenship membentuk dan mengkondisikan keseimbangan ekologis alamiah melalui sekumpulan jasa mikro-organisme unggul berguna yang dikondisikan, bersinergi dengan mikroba alami indogenus dan nutrisi; dan dengan menggunakan prinsip “mem-bioperforasi“ secara alami oleh zat inorganik, organik dan biotik pada mahluk hidup (seperti tanaman) sehingga memacu dan/atau mengendalikan pertumbuhan dan produksinya. Ternyata dengan sistem demikian masalah tersumbatnya produksi komoditi pertanian dapat dipecahkan (Mashar, 2000).
Melalui jasa mikro-organisme unggul yang sebelumnya telah dikondisikan terhadap lingkungan tumbuh kembang tanaman serta dibekali nutrisi dan unsur hara, faktor pembatas produksi dan kendala tumbuh asal tanah dan lingkungan dapat direndam sehingga tanaman dapat dipacu berproduksi tanpa menggangu hasil rekayasa konstelasi genetik yang telah dimiliki tanaman sebelumnya. Hal ini seiring dengan tujuan meningkatkan produktivitas hasil dari tanaman varietas unggul yang memiliki potensi genetik tinggi seperti padi Hibrida, PTB dan padi unggul lain yang akan dikembangkan untuk daerah-daerah kritis lebak rentan cekaman kesuburan tanah yang labil. Seperti daerah transmigrasi Penggunaan mikroba Bio P 2000 Z secara teratur dan sesuai anjuran ternyata mampu mendongkrak potensi produksi tanaman yang bersangkutan melebihi referensi Genetik yang dimilikinya dan cekaman anasir penghambat dalam tanah.
Keunggulan penerapan teknologi Bio Perforasi pada padi adalah meningkatnya produktivitas dan kualitas beras. Pada padi unggul nasional memacu bertambahnya anakan produktif rata-rata 19 – 35 anakan dan kuatnya perakaran (gambar A), tahan rebah dan serangan penggerek batang; malai lebih besar (berisi) sehingga dibanding tanpa Bio P2000Z pada volume gabah kering giling (GKG) yang sama rendemen meningkat 30% - 40%. Karena proses keseimbangan hara ini beras lebih jernih dan tidak mudah remuk/patah saat digiling. (by : Syahri Mubarok)

Sabtu, 27 April 2013

Suripno, Petani Sukses dari Desa Meskom

Berbekal pengalaman yang dimilikinya, Suripno nekat membangun kebun nanas di tengah perkebunan sawit. Dia pernah dibilang orang gila.
Perjalanan menuju Desa Meskom dari Kota Bengkalis butuh waktu sekitar 1,5 jam. Lamanya waktu bukan cuma penghalang, karena sampai di Desa Meskom, Bengkalis, jalan tanah harus dilalui dari Jalan Selangat yang merupakan jalan utama di Desa Meskom. 
Struktur tanah gambut yang lembek dan berlumpur kala musim hujan membuat perjalanan makin tak mudah. Lantas terbersit dalam pikiran, orang gila mana yang buat kebun nanas di tanah seperti ini. Jauh dari pemukiman dan berada di tengah-tengah kebun sawit. Setelah melewati jalan setapak sekitar 5 KM, pemandangan unik pun terlihat. Sebuah areal kebun nanas terhampar di tengah himpitan kebun sawit.
Adalah Suripno, warga Dusun V Simpang Ayam Desa Meskom Kecamatan  Bengkalis yang sejak 2000 lalu membuka areal kebun nanas itu. Bersama teman-temannya dia juga mendirikan Kelompok Petani Rantau Bertuah yang kini mengelola kebun nanas di Desa Meskom.

“Dulu ini hutan belantara, lahan ini dulu lahan buangan, makanya tak ada yang mau ngolah, tahun 2000 saya datang kesini saya buka lahan sampai jadi seperti ini,” kata Suripno seraya mempersilahkan masuk ke gubuknya.

Suripno bercerita, awalnya keputusan dia membuat kebun nanas dicibir kerabatnya. Bahkan istrinya pun menentang karena dianggap kerja sia-sia. Maklum, lahan yang mau dibuat kebun nanas adalah hutan belantara yang tak ada satu orang pun mau mengolahnya dan dikepung areal perkebunan sawit PT Agro Sarimas.

“Orang-orang bilang saya gila, buka hutan cuma untuk makan babi sama beruk yang lapar. Saya pikir daripada tanah tu semak resam (tumbuh ilalang) lebih baik semak pemakan (buah yang tumbuh) karena saya cuma punya ilmu tanam nanas ya saya tanam saja nanas di tanah ini,” kenangnya.

Suripno memang tunak di nanas. Sejak 1984 dia sudah bekerja di sebuah perkebunan nanas di Malaysia. Tahun 1990 dia balik ke Riau tapi tetap bekerja sebagai petani nanas di Desa Kualu, kecamatan Tambang, Kampar. Kemudian ia memutuskan pulang ke Desa Meskom, Bengkalis tahun 2000.   

Meski orang-orang mencibirnya, Suripno tetap teguh. Dia kerja keras dari pagi sampai sore hari membuka lahan. Pepohonan dan semak belukar pun diterabasnya. Setelah lahan bersih, dia tanam bibit nanas yang dibeli dari Wonosari Barat, Bengkalis dengan uang Rp 7 juta yang juga untuk beli pupuk.

Setelah 3 tahun, kebun seluas 2 hektar itu pun menampakkan hasil. Kini dari kebun nanasnya itu Suripno mampu memanen rata-rata 6 ribu buah perbulannya. Bahkan tahun lalu Suripno pernah panen hingga 46 ribu buah nanas mulai bulan 6 sampai bulan 11.
Harga nanas dia patok Rp 2 ribu perbuah, tergantung ukurannya. Alhasil pendapatan Suripno bisa mencapai Rp 12 juta sebulan, atau sekitar Rp 6-8 juta jika sudah dikeluarkan biaya pupuk dan upah pekerja.

Berkat kebun nanasnya, Suripno kini berjasa kepada penduduk sekitar karena mampu membuka lapangan kerja. Total ada 9 pekerja yang menggantungkan hidup dari kebun nanas Suripno. Meski sudah erhitung sukses. “Sekarang kalau ada yang tanya kok bisa berhasil, saya jawab kalau gak gila saya gak akan berhasil,” ucap bapak 3 anak ini seraya tertawa.

Meski sudah terhitung sukses, Suripno tak pelit berbagi ilmu dengan para koleganya. Dia juga rela membuat akses jalan sendiri ke kebunnya meski harus habiskan uang Rp 4 juta dari koceknya sendiri.

“Saya buka jalan sendiri sekitar 1 KM pakai papan untuk keluarkan nanas saya ke Jalan Selangat. Saya gak mau dibilang masayarakat dapat duit dari kebun tapi biarkan jalan rusak saya mau masyarakat juga nikmati hasil kebun nenas saya ini, siapa saja boleh lewat jalan saya ini yang terbuat dari papan.

Soal pemasaran nanasnya, Suripno tak ambil pusing. Jauh hari sebelum dipanen sudah banyak para pedagang pasar di Bengkalis, bahkan dari Batam juga Malaysia memesan nanasnya.
Pernah permintaan 4 ribu nanas dalam seminggu dengan sistem kontrak ditolaknya karena khawatir tak sanggup memenuhinya.
Kini, untuk makin membesarkan areal kebunnya, Suripno mengajak masyarakat sekitar bergabung dengan membentuk Kelompok Petani Rantau Bertuah.
Kisah sukses Suripno mengelola kebun nanas membuat orang—orang berduit datang menawarinya untuk bekerja sama.

“Memang banyak donatur yang mau biayai, tapi saya tak mau terikat.Saya tak mau waktu orang kampung sini butuh nanas saya tak bisa kasih. Pernah saya ditawari kelola kebun sama toke tapi saya tak mau karena saya mau mengabdikan ilmu saya sama adik-adik di kampung ini, biarlah saya hidup sederhana disini asalkan ilmu saya bisa diturunkan untuk orang disini,” tuturnya.

Kepada Pemerintah dia berpesan agar petani seperti dirinya, diberikan pembinaan untuk mengelola usaha. Baginya, bantuan pembinaan manajemen usaha sangat dibutuhkan supaya petani lokal bisa menembus pasar global.

“Memang saya pernah dibantu Pemda Bengkalis berupa pupuk sebanyak 6 ton, saya ucapkan terima kasih banyak. Tapi itu saja tidak cukup untuk membesarkan petani. Kalau mau besar, petani harus dibina, diarahkan karena petani seperti saya ini kan tahunya ada orang beli ya saya jual.
(sumber: http://riaubisnis.com/index.php/profile-allnews/profile-blognews/6149-suripno-petani-sukses-dari-desa-meskom)

Sebab-sebab Keberuntungan dan Kesuksesan

Allah telah memberikan kepada setiap manusia sebab-sebab keberuntungan dan kesuksesan, tidak ada bedanya apakah dia seorang yang kaya atau miskin, dan (Dia juga memberikan) sebab-sebab yang tidak mengandung keberuntungan dan kesuksesan seperti harta dan pangkat, Allah memberikannya kepada sebagian manusia dan tidak memberikan kepada sebagian yang lain. Iman dan amal shaleh adalah penyebab satu-satunya untuk mencapai keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Ia merupakan hak yang dianugerahkan kepada setiap orang. Demikian pula tempat iman, ia adalah hati yang dimiliki setiap orang, dan tempat amal-amal shaleh, ia adalah anggota-anggota tubuh yang dimiliki setiap orang. Maka, barang siapa yang di hatinya ada iman dan muncul dari anggota-anggota tubuhnya amal-amal shaleh niscaya ia beruntung di dunia dan akhirat, dan yang selainnya termasuk orang-orang yang rugi.
1. Keberuntungan di dunia dan akhirat hanya dapat diperoleh dengan iman dan amal shaleh
Nilai manusia di hadapan Allah kelak hanya iman yang ada padanya dan amal shaleh yang telah mereka perbuat, bukan dengan yang dimilikinya saat hidup di dunia seperti harta, tahta dan wanita.
Satu kaum meyakini bahwa keberuntungan dan kesuksesan ada pada kerajaan dan negara seperti kaum Namrud dan Fir'aun. Kaum yang lain meyakini bahwa hal itu ada pada kekuatan seperti kaum 'Aad. Dan kaum yang lain meyakini bahwa keberuntungan ada di perdagangan seperti kaum Syu'aib. Kaum yang lain meyakini bahwa kesuksesan ada di pertanian seperti kaum Saba`. Yang lain meyakini bahwa kesuksesan ada pada perindustrian seperti kaum Tsamud. Dan yang lain meyakini bahwa kebahagiaan ada pada harta seperti Qarun.
Allah telah mengutus para nabi dan rasul kepada kaum-kaum tersebut, untuk mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, menjelaskan kepada mereka bahwa keberuntungan dan kesuksesan tidak terdapat dalam segala perkara tersebut, akan tetapi dengan beriman dan beramal shaleh.
a. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ {52}
Dan barangsiapa yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'aladan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. An-Nuur:52)
b. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ  يُنْفِقُونَ {3} وَالَّذِينِ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِاْلآخِرَةِ هُمْ يُوِقنُونَ {4} أُولَـئِكَ عَلَى هُدًى مِن رَبِّهِمْ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ{5}
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Baqarah: 3-5)
2. Ketika kaum-kaum tersebut mendustakan para rasul dan tetap di atas kekufuran 
Mereka terperdaya dengan apa-apa yang mereka miliki, Allah Subhanahu wa Ta'ala menghancurkan mereka dan menyelamatkan para Nabi SAW dan rasul-Nya serta para pengikut mereka, dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka.
a. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ اْلأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَاكَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ {40}
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Al-'Ankabuut:40)
b. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمَئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ {66} وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ {67}  
Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, (QS. Hud: 66-67)

Berdayakan 120 Petani, Alumni IPB Sukses Mandiri Populerkan Beras Banyuwangi

Setelah melalui riset yang cukup panjang, tujuh alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) kini menuai hasilnya. Beras Merah Putih yang mereka kelola laris manis di pasaran. Tim yang dinamai Alumni IPB Sukses Mandiri mengedukasi 12 kecamatan di Banyuwangi untuk mempopulerkan hasil tani mereka, yaitu Beras Banyuwangi.
Berbeda dari bisnis agrikultur pada umumnya, Alumni IPB Sukses Mandiri tak hanya menjual beras petani Banyuwangi. Mereka secara aktif mendampingi para petani beras supaya menghasilkan beras putih dan beras merah organik yang tahan penyakit dan rasanya enak. Bisa dikatakan Alumni IPB Sukses Mandiri mengelola Beras Banyuwangi dari hulu petani ke tangan konsumen di hilir.
Memenangkan Impact Ventures Accelerator Program (IVAP), Alumni IPB Sukses Mandiri mengedukasi lebih dari 120 petani beras di 14 kecamatan untuk mengelola 100 hektar sawah. Di setiap kecamatan mereka dikawal satu pendamping lokal. Tak hanya mengedukasi, dalam menjalankan bisnis agrikultur tersebut Alumni IPB juga tak ingin petani merugi. Sebelum panen, mereka menandatangani kontrak terkait harga saat panen dan modal yang diberikan.
“Kalau di pasar umum dijual Rp 3.300 per kilogram, kita beli dari petani Rp 4.000 per kilogram. Kalau setelah panen ternyata harganya naik, kita juga akan menaikkan separuh dari harga pasar,” jelas Kukuh Roxa PH, salah satu pentolan Alumni IPB Sukses Mandiri.
“Di awal,” lanjut Kukuh, “ kita kasih petani bibit, pupuk organik, dan agen hayati, sesuai kebutuhan. Nantinya modal tersebut bisa dibayar saat panen.”
Meski telah meraih BEP akhir 2011 lalu, diakui Kukuh bahwa menjalankan bisnis ini tidak mudah. Bukan petani tradisional saja yang harus mereka hadapi, ada pula mafia sawah. Mafia sawah kerap mengabarkan isu tak sedap kepada petani sehingga mereka enggan menjual berasnya kepada Alumni IPB Sukses Mandiri. 
Dengan modal awal Rp 70 juta, Alumni IPB Sukses Mandiri kini mampu meraup omset Rp 250 juta per bulan. Mencoba bersaing dengan Beras Cianjur, Beras Banyuwangi telah mensuplai kebutuhan 2 ton beras di Bali tiap bulannya
Saat ini tiap 25 hektar sawah yang digarap Alumni IPB Sukses Mandiri mampu menghasilkan 100 ton gabah per bulan dengan rendemen 50 persen. Artinya, dalam jangka satu bulan mereka mampu menghasilkan 50 ton beras.
Tahun ini Alumni IPB Sukses Mandiri menargetkan 200 hektar sawah yang akan mereka garap untuk beras organik. Selain itu dengan bantuan dari GEPI mereka juga berencana memiliki penggilingan beras sendiri.
(sumber: http://swa.co.id/entrepreneur/berdayakan-120-petani-alumni-ipb-sukses-mandiri-populerkan-beras-banyuwangi).